
SEJARAH
BALAI PENGELOLAAN INFORMASI SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN
(BPISDKP)
* * * * *
Balai Pengelolaan Informasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BPISDKP) lahir dari sebuah perjalanan panjang,
dirangkai oleh berbagai milestones dan capaian yang membentuknya hingga saat ini.

Pra-2002
Kawasan Perancak, Jembrana, Bali dipilih sebagai lokasi strategis karena posisi geografis di tengah Indonesia, dekat muara dan Samudera Hindia, serta memiliki nilai historis sebagai titik berlabuhnya Majapahit dan jalur penyebaran Islam oleh masyarakat Melayu Malaysia.
2002
Pada bulan Oktober 2002, dalam Raker BRKP–DKP, lahan Perancak diserahterimakan dari Pusat Riset Perikanan Budidaya ke Pusat Riset Teknologi Kelautan – BRKP sebagai awal pengembangan kawasan riset kelautan.
2003
Kegiatan awal dimulai melalui Bagian Proyek Inventarisasi dengan nama “Laboratorium Alam”.
2003–2004
Dilaksanakan dua tahap pembangunan sarana dan infrastruktur riset dan observasi kelautan di bawah Pusat Riset Teknologi Kelautan.
Pra-2005 (Pembentukan Awal Institusi)
- Terbentuk Instalasi Observasi Kelautan dan Tambak Penelitian, menjadi cikal bakal institusi riset.
- Kegiatan SEACORM (Southeast Asia Center for Ocean Research and Monitoring) mulai aktif dalam riset, diseminasi, kerja sama, dan pengembangan kelembagaan.
2005 (Pengesahan Resmi)
Ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.10/MEN/2005, berdirilah Balai Riset dan Observasi Kelautan (BROL) sebagai UPT di bawah Pusat Riset Teknologi Kelautan (PRTK) – BRKP.
2022 (Transformasi Kelembagaan)
Pada tanggal 25 Februari 2022, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 3 Tahun 2022, BROL resmi bertransformasi menjadi Balai Pengelolaan Informasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BPISDKP) dengan fokus pada pengelolaan data dan informasi geospasial sumber daya kelautan dan perikanan.